Sabtu, 13 September 2008

Kaka Tak Dijual

MILAN - Presiden AC Milan Silvio Berlusconi, membantah rumor yang menyebutkan dirinya pernah menjanjikan akan menjual Kaka, sebagai bagian dari kesepakatan kembalinya Andriy Shevchenko ke San Siro.

Proses kedatangan striker asal Ukrainia, ke Milan memang cukup sulit. Chelsea meminta agar manajemen Milan tidak mengikat Kaka, dan bersedia melepasnya kendati dengan harga tinggi.

Beberapa kabar di Italia menyebut jika Berlusconi, melepas kata akan menjual Kaka bila Roman Abramovic, mengizinkan Sheva balik ke San Siro. Tapi, kabar tersebut langsung dibantah oleh Berlusconi.

Sekali lagi dia menegaskan tidak akan menjual Kaka ke raksasa Premier League tersebut. "Saya tidak pernah menjanjikan apapun kepada Chelsea, termasuk melepas Kaka. Itu tidak ada hubungannya dengan transfer Shevchenko," jelas Berlusconi, seperti dilansir AP, Rabu (10/9/2008).

"Milan selalu berusaha memuaskan fans. Kami ingin sukses di musim ini. Shevchenko adalah pemain bagus, dan saya yakin pendukung sennag melihatnya kembali bergabung," tutupnya.

Kaka Adalah Milan

MILAN - Pelatih AC Carlo Ancelotti, sangat membutuhkan Kaka dalam skuadnya. Ancelotti sampai berkomentar jika Kaka adalah simbol Milan, seperti Paolo Maldini dan Genaro Gattuso.

Kaka dipastikan akan kembali merumput, Kamis (11/9/2008) dalam partai ujicoba melawan klub Swiss, Lugano. Ini adalah pertama kalinya Kaka tampil, setelah sembuh dari cedera lutut. Ancelotti sedang memusatkan perhatiannya pada laga tersebut, sebagai persiapan menjelang laga tandang ke Genoa akhir pekan ini.

"Kaka adalah pemain yang melambangkan kebesaran klub. Bukan hanya karena aksinya di lapangan, tapi juga nama baik klub," jelas Ancelotti seperti dilansir Goal, Rabu (10/9/2008).

"Dia layak disejajarkan seperti Maldini dan Gattuso, simbol klub ini. Inilah pemain yang membesarkan nama Milan," lanjut Ancelotti.

"Kaka akan turun untuk pertama kalinya. Kami akan menganalisa kondisinya, dan kita lihat apakah ia bisa turun sejak awal. selain Kaka, Senderos juga akan bermain," beber mantan pelatih Juventus ini.

Rossoneri mengalami awal yang buruk pada kompetisi Serie A musim ini, setelah menyerah 1-2 dari Bologna. Milan harus bangkit untuk bisa bersaing dengan kandidat juara lainnya.

Milan Terpuruk

MILAN - Bintang AC Milan Ronaldinho berani mengakui klubnya memang pernah terpuruk. Usai ditaklukkan Bologna di kandang sendiri pada partai awal musim Seri A lalu, Dinho yakin kekuatan para punggawa Milan bakal kembali bangkit.

"Ini memang saat-saat yang sulit bagi Milan. Namun, masih banyak pertandingan yang akan kami hadapi nanti," ujar Ronaldinho seperti dilansir Sky Sport Italia, Sabtu (13/9/2008).

"Saya yakin kondisi kami akan membaik. Saya ingin sekali bisa bermain di pertandingan melawan Genoa nanti. Tapi, saya mesti berbicara dulu dengan pelatih. Kita lihat saja nanti bagaimana hasilnya,"

"Saya juga tak sabar segera bersanding dengan Kaka di lapangan. Saya tahu kami bisa memberikan yang terbaik untuk tim, jika kami bersama," imbuhnya.

Milan memang harus meraup poin maksimal dari partai tandang di Stadion Marassi, Minggu (14/9/2008). Setidaknya, supaya pelatih mereka Carlo Ancelotti bisa sedikit merasa lega.

Hleb Harus Belajar Lagi

Hleb Diminta Barca Sekolah Lagi



AFP
Barcelona - Sebelum membuktikan kemampuannya di atas lapangan, Alexander Hleb dipaksa Barcelona untuk kembali bersekolah. Dia diminta kursus intensif bahasa Spanyol.

Begitulah tantangan yang harus dihadapi Hleb kini. Dua bulan setelah kedatangannya ke Spanyol, gelandang Belarusia itu ternyata belum bisa berbahasa Spanyol.

Ini jelas sangat menyulitkan buat Hleb sendiri maupun anggota skuad Barca yang lain. Diberitakan Goal, mantan pemain Arsenal itu sering terlihat terasing di tengah pemain-pemain El Barca yang kebanyakan bisa berbahasa lokal.

Hanya Thierry Henry, yang merupakan mantan rekannya saat di The Gunners, yang kerap terlihat akrab berbicara dengan Hleb. Tak mau kendala tersebut berbuntut panjang dan jadi masalah serius, Barcelona pun memerintahkan pemainnya itu untuk ikut kursus bahasa Spanyol.

Kursus bahasa yang diikuti Hleb terhitung sangat intensif karena pertemuannya sampai tiga kali dalam sepekan. Ini tentu dilakukan supaya dia bisa langsung berkomunikasi dengan rekan, pelatih serta staff mendis Tim Katalan.

Kalau tak kunjung menguasai bahasa Spanyol, Guardiola bahkan dikabarkan mengancam Hleb dengan tidak akan memasukkannya sebagai starter.

Penghargaan Deco

Deco Langsung Dapat Penghargaan



Reuters
London - Deco de Souza mengawali musim di Premier League dengan gemilang. Bintang baru Chelsea ini langsung didampuk sebagai pemain terbaik Premier League Agustus ini.

Playmaker internasional Portugal ini baru bergabung dengan Chelsea di musim panas ini. Namun tidak butuh waktu lama bagi Deco untuk dapat membuktikan kemampuannya di persepakbolaan Inggris.

Debutnya sangat sensasional dengan mencetak gol ke gawang Portsmouth dengan mencetak gol dari jarak jauh saat Chelsea menang 4-0. Ia menjadi bintang kemenangan saat Chelsea mengalahkan Wigan.

Sementara saat menghadapi Tottenham Hotspur ia berjasa membantu Juliano Belletti menjadi gol 1-1. Dengan aksi gemilangnya tersebut Deco langsung terpilih sebagai pemain terbaik periode Agustus.

Sedangkan Gareth Southgate terpilih sebagai sebagai manajer terbaik Agustus kemarin. Ia telah membawa Middlesbrough ke peringkat keenam setelah melewati tiga pertandingan di musim ini.

"Saya merasakan ini adalah sebuah penghargaan yang besar, bukan hanya untuk saya, namun juga untuk setiap orang di klub. Ini hasil kerja keras selama persiapan kami menghadapi musim baru ini," ungkap Southgate seperti dilansir Sky.

Kaka

Kaká
Informasi pribadi
Nama lengkap Ricardo Izecson dos Santos Leite
Tanggal lahir 22 April 1982 (umur 26)
Tempat lahir Brasília, Brasil
Tinggi 1.86 m (6 ft 1 in)
Panggilan akrab Kaká
Informasi klub
Klub sekarang A.C. Milan
Nomor punggung 22
Posisi Gelandang Menyerang, Striker Bayangan
Klub profesional*
1999-2003
2003- São Paulo
A.C. Milan 058 (10)
138 (45)
Tim nasional**
2002- Brasil 054 (15)

* Jumlah penampilan klub profesional dan gol
dihitung hanya untuk liga domestik dan
benar pada 09:40, 24 September 2007 (UTC).
** Jumlah penampilan dalam tim nasional dan gol benar
pada 1 Juni 2007.

Ricardo Izecson dos Santos Leite (lahir 22 April 1982 di Brasília), lebih dikenal dengan nama Kaká, adalah seorang pemain sepak bola asal Brasil yang kini membela klub AC Milan (bergabung tahun 2003; sebelumnya pada 2001-2003 di São Paulo). Kaká umumnya bermain di posisi gelandang serang ataupun penyerang. Ia dikenal mempunyai dribble yang sangat baik serta umpan-umpan yang akurat. Tinggi badannya ialah 186 cm.

Kaká menikah dengan Caroline Celico pada 23 Desember 2005 di sebuah gereja di São Paulo, Brasil.
Daftar isi
[sembunyikan]

* 1 Masa kecil
* 2 Karir klub
* 3 Tim Nasional
o 3.1 Piala Dunia 2006
* 4 Kehidupan pribadi dan agama
* 5 Serba-Serbi
* 6 Prestasi
o 6.1 Klub
o 6.2 Internasional
o 6.3 Prestasi individu
* 7 Pranala luar

[sunting] Masa kecil

Kaká dilahirkan di Brasília, Brazil pada tanggal 22 April 1982, ia merupakan anak dari pasangan Simone Cristina dos Santos Leite dan Bosco Izecson Pereira Leite. Kaká mempunyai adik laki-laki, Rodrigo, yang dikenal sebagai Digão, yang mengikuti langkahnya bermain bola di Italia.

Nama panggilannya Kaká, diambil dari bahasa aslinya, Bahasa Portugis, yang diucapkan seperti ejaannya, dengan penekanan pada suku kata kedua yang ditandai dengan aksen. Itu biasa dipakai untuk menyingkat nama "Ricardo" di Brasil, bagaimanapun juga, Kaká mendapatkan nama panggilannya dari adiknya, Rodrigo, yang tidak bisa mengucapkan kata "Ricardo" ketika mereka masih kecil. Rodrigo memanggil kakaknya "Caca" yang kemudian berganti menjadi Kaká. Di Eropa ia dikenal dengan pamnggilan RickyKaka.

Pada bulan September 2000, di usia 18 tahun, Kaká mengalami ancaman pada karirnya dan kemungkinan patah tulang belakang yang menyebabkan lumpuh sebagai akibat dari sebuah kecelakaan kolam renang. Hal yang terburuk tidak terjadi dan Kaká pulih sepenuhnya dari insiden itu. Dia bersyukur kepada Tuhan atas kesembuhannya dan sejak saat itu ia menyumbangkan penghasilannya untuk gerejanya.

[sunting] Karir klub

Kaká menandatangani kontrak dengan São Paulo pada usia 15 tahun dan memimpin tim juniornya pada kemenangan ‘Copa de Juvenil’. Ia memulai debutnya di São Paulo FC tahun 2001 ketika di berusia 18 tahun. Pada musim pertama, ia mengoleksi 12 gol dalam 27 pertandingan dan 10 gol dalam 22 pertandingan di musim berikut. Pada usia 17 tahun, ketika ia masih dalam tim junior, Sao Paulo berniat menjual Kaká ke tim dari Liga divisi 1 Turki, Gaziantepspor. Transaksi tidak terjadi, karena manajer Gaziantepspor, Nurullah Sağlam, dan dewan pengurus tim itu menolak untuk membayar $1.5m untuk pemuda 17 tahun itu. Setelah bergabung dengan tim senior São Paulo FC, penampilan Kaká menarik perhatian klub-klub Eropa.

Dia bergabung dengan AC Milan dengan bayaran US $8.5 m, jumlah yang dianggap sedikit oleh pemilik klub Silvio Berlusconi. Dalam sebulan, ia telah masuk ke dalam tim utama dan sejak saat itu pula ia menjadi starter. Debutnya di Serie A adalah ketika Milan bertandang melawan A.C. Ancona, menang 2-0. Dia menghasilkan 10 gol dalam 30 pertandingan pada musim itu, memenangkan Serie A dan Piala Super Italia.

Kaká adalah bagian inti dari lima orang pemain tengah pada musim 2004-2005, biasa bermain dalam posisi penyerang bayangan dibelakang striker Andriy Shevchenko. Dia mengoleksi 7 gol dalam 36 pertandingan liga dan juga memenangkan Piala Super Italia bersama dengan klubnya. Milan meraih posisi kedua setelah Juventus di Serie A dan dalam partai final dengan Liverpool pada adu penalti di Piala/Liga Champions.

Salah satu gol Kaká yang sangat menakjubkan adalah ketika melawan Fenerbahçe SK di pertandingan pertama AC Milan dalam Piala/Liga Champions 2005-06, Rossoneri menang 3-1. Gol itu membuatnya disamakan dengan Diego Maradona, karena Kaká memulai larinya dari tengah lapangan dan melewati tiga ganjalan sebelum memasuki daerah penalti dan menyelesaikannya dengan shot rendah di bawah kiper Fenerbahçe, Volkan Demirel.

Pada 9 April 2006, ia membuat tiga gol pertamanya dalam pertandingan melawan Chievo Verona. Ketiga golnya dihasilkan pada babak pertama. Pada 2006, Real Madrid menunjukkan ketertarikannya menggaet bintang 25 tahun ini, tetapi Milan dan Kaká menolak untuk menjual. Kaká telah menandatangani perpanjangan kontrak dengan Milan hingga 2011.

Pada 1 November 2006, AC Milan lolos babak penyisihan Piala/Liga Champions setelah Kaká membuat tiga gol yang membantu timnya menang 4-1 melawan R.S.C. Anderlecht. Ini adalah tiga gol keduanya di Milan dan tiga gol pertamanya di kompetisi Eropa.

Tim Nasional

Kaká melakukan debut internasionalnya pada bulan Januari 2002 dalam pertandingan melawan Bolivia. Dia adalah bagian dari tim nasional yang menang pada Piala Dunia 2002, tetapi aksinya tidak terlalu terlihat karena hanya bermain 19 menit di babak pertama pertandingan Kosta Rika. Pada tahun 2003, dia menjadi kapten tim dalam turnamen Piala Emas di Amerika Serikat dan Meksiko, memimpin Brasil ke posisi kedua dan membuat gol yang menentukan dalam pertandingan melawan Kolombia. Setelah itu, dia beraksi di Piala Konfederasi 2005, dengan Kaká menciptakan gol dan menang dalam pertandingan final melawan Argentina (dalam perayaan setelah pertandingan, dia dan rekan-rekan setimnya memakai T-shirt dengan tulisan "Jesus Loves You--Yesus mencintaimu" dalam berbagai bahasa.) Dia berhasil mendapat tempat ke-10 dalam voting penghargaan untuk FIFA World Player of the Year 2004. Pada kompetisi tahun 2005, ia naik dua peringkat lebih tinggi. Terakhir, ia membantu Brasil dalam masuk kualifikasi pada Piala Dunia 2006. Kaká semakin matang sebagai pemain dan dianggap sebagai salah satu pesepak bola terbaik dari Brasil. Dia mencatatkan gol pertama Brazil di Piala Dunia 2006 pada pertandingan melawan Kroasia tanggal 13 Juni 2006. Pada 3 September 2006 dia menyumbangkan salah satu gol briliannya untuk tim Brazil setelah melakukan umpan yang membuahkan gol kepada pemain yang baru masuk, Elano Blumer. Kaká mendapat bola dari pantulan sepak pojok Argentina, dan mengambil bola dari ¾ lapangan lalu mencetak gol. Pada 15 November 2006, Kaká dipilih sebagai kapten Brazil dalam pertandingan persahabatan melawan Swiss karena absennya kapten Brasil sebelumnya, Lucio yang disebabkan oleh cedera.

Piala Dunia 2006

Pada pertandingan pertama Brasil di grup F, Kaká mencetak gol di menit ke-44 saat melawan Kroasia. Tendangan kaki kiri dari jarak 25 meter membuat Brazil meraih kemenangan 1-0. Media menganggap Kaká sebagai satu-satunya anggota dari "magic quintet" – Adriano, Kaká, Ronaldo, Robinho and Ronaldinho yang dihasilkan dalam pertandingan itu. Dan juga ketika melawan Ghana dia mencatatkan dirinya dalam sejarah dengan mengumpan kepada Ronaldo, yang akhirnya menghasilkan gol, sehingga Ronaldo memecahkan rekor Gerd Müller, gol terbanyak di Piala Dunia. Kaká ternyata tidak dapat meneruskan kinerjanya ke pertandingan selanjutnya dan Brasil dikalahkan oleh Perancis di perempat final.

Kehidupan pribadi dan agama

Kaká menikahi Caroline Celico di Gereja pada 23 Desember 2005, dua tahun setelah kepindahan Kaká dari Sao Paulo ke Milan. Caroline dilahirkan pada 26 Juli 1987, anak dari Rosangela Lyra, direktur Dior di Brazil dan Celso Celico, seorang pengusaha. Dia dan Kaká bertemu pada tahun 2001 ketika ia masih seorang menjadi seorang siswi dan Kaká masih bermain untuk São Paulo Football Club. Pernikahannya dihadiri 600 orang, termasuk rekan-rekan pesepak bola: Cafu, Ronaldo, Adriano, Dida, Júlio Baptista dan juga pelatih nasional Brasil, Carlos Alberto Parreira. Caroline berencana mendapatkan gelar sarjana bisnis dari universitas di Milan.

Kaká adalah seorang penganut Kristen yang taat. Dia dikenal suka memakai Christian gear dari dulu: dia pernah memakai T-shirt dengan tulisan I Belong to Jesus dalam beberapa pertandingan, seperti saat perayaan kemenangan Brasil di Piala Dunia 2002, dan perayaan Scudetto Milan pada Mei 2004. Dia menggunakan sepatu yang ditambah dengan tulisan pada lidah sepatunya. Tiap kali ia mencetak gol dia menunjuk dengan jari-jarinya ke langit sebagai tanda terim kasihnya kepada Tuhan dan mungkin ini yang pertama bagi seorang pesepak bola yang di levelnya: Dia bangga bahwa dia masih virgin ketika dia menikah.

Anda perlu tahu bahwa tidak seperti kebanyakan pemain bola lainnya, minuman yang disukai Kakà hanyalah air putih dimana kebanyakan pesepak bola lainnya lebih suka menenggak minuman-minuman keras sambil berpesta di bar. Walau sempat diremehkan rekan-rekannya, ia tetap konsisten pada pendiriannya sehingga akhirnya ia justru dihormati teman-temannya, keukaanya mendengar musik gospel juga aneh di kalangan pemain yang lain ia sangat mengidolakan penyanyi gospel Brasil, Aline Baros. Kakà suka dengan kepribadiannya yang saleh. Semua rekan-rekannyanya sama sekali tidak mengetahui Aline Baros karena mereka mungkin lebih memilih musik bertipe rock, dan lain-lain. Hal ini pulalah yang dulu membuat hubungan Kakà dan Andriy Shevchenko sangat dekat, Shevchenko juga seorang pribadi religius sehingga Kakà merasa begitu dekat dengannya, namun hubungan itu harus terputus setelah Shevchenko pindah ke Chelsea musim 2006, tetapi Kakà terkadang masih menyempatkan diri menghubungi Shevchenko. Kakà sangat menyukai warna putih yang melambangkan kesucian serta ketulusan. Kakà sangat suka berdoa, bahkan ia sering mengajak rekan-rekannya turut berdoa. Kakà termasuk seorang penggila mobil Ferarri, ia suka dengan modelnya yang sporty dan elegan. Kakà juga mengidolakan aktor Tom Hanks.

Serba-Serbi

* Kaká adalah anggota organisasi "Athletes of Christ".
* Dalam bahasa Italia, bahasa klubnya sekarang, padanan kata fonetisnya tertulis sebagai Kakà. Bagaimanapun juga, nama yang tertulis di kaos pemain dieja KAKA'(dengan tanda petik satu, bukan A dengan aksen) baik di klubnya di Milan maupun di tim nasional Brazil dulu. Pada Piala Dunia 2006, bagian punggung kaosnya tertulis KAKÁ. Kaká juga diambil dari bahas Portugis.
* Sejak November 2004, Kaká telah menjadi duta Against Hunger untuk Program World Food PBB. Dia adalah duta yang paling muda pada saat dia ditunjuk.
* Musik favorit Kaká adalah musik gospel.
* Moto hidup Kaká adalah "I belong to Jesus" dan "God is faithful", yang ia jahitkan pada lidah sepatu Adidas Predator Absolutenya.

Prestasi

Klub

* Piala Super Eropa: 2003
* Serie A: 2004
* Piala Super Italia: 2004
* Piala/Liga Champions: 2006-07

Internasional

* Piala Dunia: 2002
* Piala Konfederasi: 2005

Prestasi individu

* Bola de Ouro (Golden Ball; Pemain Terbaik Liga Brazil), 2002
* UEFA Club Football Awards 2004-05, Pemain Tengah Terbaik
* Topscorer Champions League 2006-07 (10 gol)
* Pemain Terbaik Dunia FIFA 2006-07
* Ballon d'Or (2007)